Total Tayangan Laman

Kamis, 13 September 2012

KAU



                Kisah yang sering mereka tanyakan padaku, adakah mereka melakukan yang sama terhadapmu? Cerita yang dulu pernah kita padu. Ada indah, ada sendu, sedikit pilu, beberapa bilah haru dan banyak rindu. Aku sengaja menyematnya, biar tanya mereka tak hanya terantuk pada bisu. Bukan, bukan aku yang ingin mengukirnya pada batu. Aku hanya ingin membiarkannya berlalu, entah jadinya tawa entah jadinya sembilu. Tapi lautan cerita kita, tak bisa mereka lupa. Ada banyak jejak yang tak bisa kita lari darinya. Sungguh, kepalaku sudah letih melihat lagi. Tapi tempat ini dan orang-orang ini, mereka suka sekali karena kita pernah menali.
Aku harus bagaimana untuk meyakinkannya bahwa kita tak lagi sama. Bahwa aku yang dulu mencintaimu mungkin sekarang sudah mati. Bahwa kau yang dulu mengasihiku kini sudah berganti. Bagaimana harus kulakukan agar mereka berpaling dan melupakan bahwa dulu kita pernah berjanji. Bagaimana harus kujelaskan bahwa akhirnya kita hanya akan saling menyakiti. Kau, bisakah kau sejenak singgah dan sudi menemaniku walau hanya satu detik. Satu detik saja, secepat kita saling terpanah. Setelahnya, kita tidak harus saling menyapa. Kita hanya butuh  menguraikan semuanya sampai sirna. Itu saja!



home sweet home, Aug 18th 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar