Total Tayangan Laman

Selasa, 01 Maret 2011

There’s No True Friend in True World (stupid-minded)

Benarkah sahabat adalah orang yang mempunyai visi misi yang sama dengan kita? Belum tentu, bisa jadi sahabat adalah orang yang berbeda dalam segala hal. Bisa jadi orang yang kita jadikan sahabat adalah orang yang sangat ingin kita teladani. Bisa juga orang yang kita jadikan sahabat adalah orang yang bisa mendengarkan kita (tong sampah???). Atau orang yang bisa kita andalkan dalam setiap masalah. Dan mungkin juga sahabat adalah orang yang sangat kita sayangi, sehingga setiap hal buruk dalam dirinya ingin kita ubah menjadi lebih baik. Satu poin tentang merubah sifat seseorang, hanya ada dua kemungkinan; dia berubah seperti yang kita kira dan semuanya akan menyenangkan, happily ever after and something like that blah blah blah ATAU dia tetap seperti itu dan semuanya akan menyakitkan.

Entahlah, seperti apa definisi sahabat yang sebenarnya. Orang yang menangis tersedu-sedu ketika pacarnya bicara denganmu, keeping the bad thought that her man tease you? Kegilaan pertama, bahkan dia pernah tidak percaya padaku. Atau yang rela mengantarmu ke rumah selingkuhan pacarmu hanya untuk sekedar berbohong? Kegilaan kedua, bahkan dia tidak bisa mencegahku dari perbuatan rendah seperti itu. Apakah sahabat itu, orang yang selalu mengingat ulang tahunmu ? Aku pernah terlambat mengucapkan selamat ulang tahun padanya karena 10 hari aku tersingkir dari peradaban. Kegilaan ketiga, bahkan dia masih rela menjadi sahabatku sampai saat itu. Everything is unaccountable between both of us.

Mungkin jugakah sahabat adalah orang yang sejak kecil telah melewati begitu banyak hal gila denganmu? Mungkin jugakah sahabat adalah orang yang masih setia menemani dalam setiap sedih ataupun dukamu? Ataukah orang yang selalu minta saranmu, juga disebut sahabat? Benarkah mereka akan SELALU ada buatmu? Mungkin tidak. Tidak ada orang yang seperti itu. Lebih baik bersahabat dengan diri sendiri yang selalu menyertai kita kemanapun, kapanpun dan dalam hal apapun.

Cinta sejati ataupun sahabat sejati, sama-sama dimulai dari dongeng. Pada dasarnya manusia tidak pernah sependapat dan tidak ada dua orang yang akan klop 100%. Sahabat pun bahkan adalah orang yang penuh kelemahan, bukankah kita bersahabat untuk saling menguatkan? Tuhan pun menciptakan kita agar masing-masing berguna bagi yang lain. Anak TK pun sudah diajarkan hal itu !!

Tapi mungkin tidak ada sahabat yang menusuk dari belakang. Persahabatannya pantas dipertanyakan. Mungkin ada banyak perasaan buruk, tapi untuk mencelakai orang lain, jangankan sahabat, sesama manusia juga tidak akan tega untuk saling melukai. Setiap manusia pasti berbeda, pasti dilengkapi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Tidak ada gunanya menyimpan rasa iri lalu saling menjatuhkan dan sebagainya. Ternyata belum tentu sahabat itu adalah orang yang sangat kita kenal. Bisa jadi berubah menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Mungkin kunci dalam setiap hubungan apapun adalah komunikasi yang baik. Sesuatu yang dipendam, semakin lama semakin besar dan menyulut banyak kesalahpahaman. Selamat menjalin persahabatan. Jangan takut, semoga sahabatmu adalah orang yang baik. Bagaimanapun, hidup butuh teman.

Jogja_March 2nd 2011

_bahkan suaranya masih terngiang, tapi hatiku menolaknya_

published also in :

facebook.com/yunriska.rona

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar