Total Tayangan Laman

Minggu, 08 Juni 2014

Abstrak Skripsi (2011)

NON-INVASIVE METHOD APPLICATION IN MEASUREMENT
OF TESTOSTERONE AND CORTISOL HORMONE OF DOE
(Cervus timorensis russa, Mul. & Schl 1844) IN BUNDER CAPTIVE BREEDING, GADING SUB-DISTRICT, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA


Yunriska Rona
06/193643/BI/07771


ABSTRACT


         Javan Deer (Cervus timorensis russa) is the endemic species in Indonesia which has potential to fulfilled life necessaries. Captive breeding still has obstacles because of lack information about reproduction biology of deer. Conventional hormone measurement can induce stress and death of deer. The aim of this research was to understand non-invasive method application for measurement of testosterone and cortisol concentration of doe in Bunder captive breeding area.
        This research was done using fecal samples from two doe. Sample was collected every morning during September 2010. Fecal collection was processed by liofilisation, pulverisation and extraction. Fecal extraction was analyzed using ELISA. Then, the results were analyzed using T-test and Pearson correlation test.
        The results showed that non-invasive method was applicable for testosterone and cortisol measurement of doe. Testosterone and cortisol concentration were not significantly different and counted as normal concentration. Fluctuation of testosterone and cortisol concentration indicated that the testis has normal activity. According to the testosterone concentration in September 2010, both of doe were shown active reproduction.

Keyword: non-invasive method, Cervus timorensis russa, testosterone,
cortisol, ELISA

PS : sekian lama vakum, sekalinya muncul malah posting abstrak skripsi

Selasa, 02 Juli 2013

Untukmu yang Menautkan Kelingking Padaku

            Bersamamu, tak pernah terpikirkan, tak pernah terlintas. Apapun yang terjadi hingga hari ini adalah sesuatu yang jauh di luar rencanaku, jauh di luar dugaku dan jauh dari yang bisa aku bayangkan. Jika pun semuanya usai, karena tidak ada lagi yang bisa membuat kita bertahan, aku tidak akan menahan apapun. Tidak akan.
Kita hanya perlu menyesuaikan diri untuk kembali seperti semula. Seperti dua orang asing yang tak sengaja terpaut benang yang tiba-tiba mengait ujung kelingking kita. Bukankah akan lebih mudah melepaskannya karena yang terikat hanya ujung jari saja. Kita hanya perlu berhenti saling peduli, ah tidak, kita sudah melakukannya. Tidak seperti yang kita bayangkan, kita cukup berhenti saling melihat I dan tak lagi saling menyebut nama. Seperti kabut-kabut asap ini yang dilenyapkan air hujan yang sengaja diturunkan. Hilang tanpa jejak lagi, tak ada lagi yang tersisa.
Mungkin awalnya akan terasa sesak. Aku beri tahu padamu, it’s okay not to be okay. Kadang-kadang memang pahit mengikuti kata hati. Hanya perlu sedikit waktu sampai kita terbiasa bernafas lancar lagi seperti biasa.
Aku tanya padamu, apa gunanya kebersamaan saat dalam kesendirian ternyata lebih melegakan? Apa lagi yang harus kita paksakan, tidak ada. Daripada kita mati kehabisan oksigen hanya karena ujung jari yang terikat, bukankan lebih baik membebaskan diri? Jari ini sudah mati rasa terpaut sekian lama, membebat sejumlah arteri kapiler yang lama-lama akan membuatnya mati.Melepaskan semuanya, bahkan cerita-cerita yang kita karang saat mengaitkan jemari di bawah temaram bulan, harus kita buang.
            Kau tau, api sudah mengabukan semuanya, termasuk kita. Hanya akan ada, kau dan aku. Tentu saja akan kita relakan melodi-melodi yang sempat terlantun di malam-malam sebelum kantuk menggelayut mata. Saatnya membiarkan hujan untuk menghanyutkan.


-sejenak setelah kabut sirna dari Pekanbaru-

Senin, 01 Juli 2013

I am back

Posting terakhir 24 September 2012-sehari sebelum saya menemukan seseorang-, pengunjung blog sampai hari ini 700, padahal selama tahun 2013 tidak pernah diurus lagi.
Semoga ke depannya blog ini tidak sepi dan jadi rumah hantu lagi..

:)